Banyak orang beranggapan bahwa menyendiri itu sama dengan kesepian. Tapi
menurutku, itu dua hal yang berbeda. Aku sering sendiri, dan aku nyaman dengan
itu. Menyendiri bukan berarti aku tidak punya siapa-siapa atau ditinggalkan.
Aku hanya lebih suka berada dengan diriku sendiri.
Aku seorang introvert. Bukan berarti aku
anti-sosial atau tidak bisa bergaul. Aku hanya kehabisan energi kalau berada di
keramaian terlalu lama. Suasana bising, obrolan yang bercabang, dan banyaknya
orang membuat pikiranku tidak tenang. Energi itu justru terisi saat aku
sendirian. Di situ aku bisa bernapas, pikiranku rapi, dan aku menjadi diriku
sendiri tanpa harus menyesuaikan apa pun.
Dan ketika aku bilang “sendiri”, aku benar-benar sendiri.
Hari-hariku berjalan tanpa sosok teman atau sahabat. Nongkrong tidak pernah
sama sekali. Main pun hanya dua bulan sekali, itu pun sebentar. Selebihnya,
hidupku berjalan dalam kesunyian yang tidak pernah terasa kosong. Anehnya, aku
tidak merasa bosan. Bahkan sedikit pun aku tidak pernah merasa kesepian.
Aku pernah berpikir, “Kalau tidak ada HP atau gadget, apakah aku masih bisa betah
sendiri?”
Tapi setelah kupikir lagi, HP itu hanya media. Kalau ada komputer atau PC, aku
lebih memilih menghabiskan waktu di sana: nonton podcast, dengerin musik,
belajar hal-hal baru, atau sekadar mengulik apa yang ingin aku pelajari. HP
bahkan jarang aku sentuh. Jadi ternyata, bukan gadget yang membuatku betah
sendiri, tapi memang aku nyaman dengan diriku sendiri.
Saat aku sendiri, aku tidak hanya diam. Ada
banyak hal yang aku lakukan.
Aku menonton podcast, interview, film, bukan hanya untuk hiburan, tapi karena
aku suka mengamati cara orang berpikir dan banyak pengetahuan yang aku dapat
dari sana. Aku mendengarkan musik, ngulik gitar, mencari melodi ketika lagu tertentu
nyangkut di kepala. Kadang aku menulis, karena ada hal-hal yang lebih nyaman
disimpan dalam kata daripada diucapkan.
Aku bisa menghabiskan waktu hanya dengan berpikir, menganalisa, atau menikmati
hening tanpa kewajiban membuktikan apa pun pada siapa pun.
Kesepian itu beda. Kesepian datang tanpa
permisi. Tiba-tiba muncul dan membuat kita gelisah, badmood, atau hilang fokus.
Rasanya tidak menyenangkan. Tapi menyendiri adalah pilihanku. Aku memilih untuk
sendiri karena aku membutuhkan ruang untuk diriku sendiri dan aku menikmati
itu.
Orang yang kesepian belum tentu sendirian.
Bisa saja ia berada di tengah keramaian, bersama banyak orang, tapi tetap
merasa kosong dan tidak terhubung dengan siapa pun.
Sedangkan saat aku menyendiri, aku merasa
paling jujur dengan diri sendiri. Aku tahu apa yang aku rasakan dan apa yang
aku inginkan, tanpa suara dari luar yang ikut campur. Di kesendirian, aku tidak
perlu menjadi versi yang diharapkan orang lain.
Buatku, menyendiri itu penting. Dari situ, aku
belajar mengenal diriku. Aku belajar nyaman dengan diriku sendiri. Aku belajar
bahwa ketenangan jauh lebih berharga daripada keramaian yang tidak ada artinya.
Aku sering sendiri.
Tapi aku tidak pernah kesepian.
Karena aku sudah menemukan kenyamanan itu di dalam diriku sendiri.
Banyak orang beranggapan bahwa menyendiri itu sama dengan kesepian. Tapi menurutku, itu dua hal yang berbeda. Aku sering sendiri, dan aku ny...